Lintas Kabar

Kumpulan kabar terkini.

2012, End of Times

Ditulis oleh suprememaster di/pada November 27, 2009

2012, End of Times

Mungkin seseorang sulit menerima kenyataan bahwa bahwa bumi akan menghadapi bencana besar. Tapi melihat pelajaran buddhism akan Anatta – Anicca – Dukkha, bahwa tiada penjaga alam tunggal dan keadaan ini menjadikan alam selalu berubah-ubah, yang mengakibatkan penderitaan bagi yang berusaha menutupinya dengan pikiran positif, tehnik visualisasi, affirmasi, dan self-hypnotism.

Sesuatu yang besar sedang menunggu kita… Itu tertulis dengan jelas dalam naskah yang tertulis di Tortuguero, negara bagian Tabasco, Mexico:
“Tzuhtz-(a) j-oom u (y)-uxlajuun pik”
“(ta) Ajaw Chan ux (-te’) Uniiw (K’ank’in).”
Uht-oom Ek’-…”.

Pakar bangsa Maya, Mark Van Stone, berkata tulisan abad 7 M ini artinya: “Kelak saat baktun (putaran galaksi) ke-13 berakhir, sesuatu akan terjadi”.
Para pakar bangsa Maya sepakat bahwa akhir dari baktun itu jika dikonvert ke dalam kalender masehi adalah 21 Desember 2012.

Mengingat tak ada keterangan mengenai kelanjutan kalander itu, sama dengan tak ada kelanjutannya akan satria apalagi sesudah satria pinandhita sinisihan wahyu, banyak orang, baik di barat maupun Indonesia mulai cemas jika akan terjadi kiamat dan tamatnya riwayat Indonesia, dengan berpindahnya bumi ke dimensi 4, berdirinya Negara Va, bangkitnya Bangsa Saiya yang seluruhnya adalah kelahiran kembali rakyat Atlantis lama, dan berkibarnya panji Agama Buddhi.

Meski keturunan bangsa Maya mengatakan bahwa, “tak terjadi apa-apa, kami sekedar mengganti kalender saat kalender itu habis. Biasanya begitu” tapi Saya rasa nenekmoyang mereka tak bermaksud begitu. Yang dimaksud dengan “sesuatu yang besar” tentu bukan sekedar mengganti kalender.

Meski tulisan itu sudah lama tertera di Mexico, tapi orang-orang baru mulai memperhatikannya sekarang. Itu karena menjelang pergantian dimensi 3 ke 4, elemen waktu mulai memasuki kehidupan manusia. Manusia sudah bisa memandang semuanya, dari lahir sampai mati nanti, dalam sekali lihat. Karena itulah orang-orang sekarang mulai mudah ingat, mudah kesal, mudah mentrawang, mudah meramal, mudah kuat, dan mulai bermutasi. Jenis mutasi ini berbeda-beda tergantung stock kamma dan keinginannya. Seperti Ratu Adil misalnya, ia akan tumbuh sepasang sayap putih di punggungnya. Hehehe… jangan iri ya hehehe… Lebih jelasnya dikatakan, Ratu Adil akan bermutasi menjadi satu wingmaker sementara banyak orang akan berubah menjadi kera dan babi menurut Alquran karena usil dan tamak.

Jadi ingat, ajaran Chuang Tzu dulu, salah satu taoist yang masih salah ajarannya, tentang orang mimpi jadi kupu-kupu atau kupu-kupu mimpi jadi orang. Kera dan babi belum seluruh perubahan buruk yang bisa terjadi, ada juga orang-orang yang berubah menjadi siluman ulat. Yaitu orang yang tak henti-hentinya meratapi kerugiannya dan menyalahkan keuntungan orang lain. Di hari kiamat nanti ia sering memimpikan dirinya. Jadi, sebagian orang-orang saat ini bukan betul-betul orang, melainkan cuma hasil mimpi dari ulat di padang mahsyar itu. Hahahaha… Hahaha…

Banyak yang jadi ingin tahu kebenaran 2012. David Morrison, salah satu pegawai NASA berkata, “hal-hal tentang 2012 sekarang menjadi hal yang paling sering ditanyakan.” Apolinario Chile Pixtun, seorang tetua Maya sampai ngamuk karena sering dihujani pertanyaan tentang 2012. Untunglah ia belum nonton film 2012, jika tak tambah pusing.
Sementara itu, mantan pekerja lab, Patrick Geryl, berkata pada ABC News, “Anda harus tahu, TAK AKAN ADA SISA. Kita harus memulai semuanya kembali, kehidupan, peradaban, dan kebudayaan dengan kerjanyata”. Kini Geryl sedang menabung uang untuk mengantisipasi kemungkinan dijualnya tiket pesawat UFO untuk selamat dari 2012.

Bangsa Maya sendiri adalah bangsa Indian Amerika Tengah yang dulu menghuni kawasan Mexico, Guatemala, El Salvador, dan Honduras. Mereka menetap di daerah itu sejak raja pertama mereka dulu diusir oleh Shiva dari India akibat sombong.
Tapi karena pikiran mereka yang meditatif dan mencintai alam, mereka dipilih oleh alien sebagai refleksi kebudayaan langit. Banyak ahli berpendapat pemahaman astronomi mereka sudah sangat canggih. Karena di saat kita masih membuat kalender putaran matahari, mereka sudah mampu membuat kalender putaran galaksi (seperti diketahui, meski bumi berputar mengelilingi matahari, seluruh benda langit mengelilingi pusat galaksi yang disebut Alcyon).
Sekitar tahun 500 M Bangsa Maya sudah mampu membuat piramida__yang bentuknya lebih rendah dari piramida Mesir. Perbedaannya dengan piramida bangsa Saiya adalah, piramida bangsa Saiya mempunyai lima sisi dan agak meruncing seperti tombak, yang berfungsi sebagai sumber energy bagi negara Va. Versi mininya dipasang di UFO-UFO Saiya.

Satu lagi keanehan Bangsa Maya adalah ditemukannya Crystal Skull dari tempat mereka. Tengkorak yang dibuat dari kristal ini berasal dari bangsa Saiya sewaktu masih tinggal di benua Atlantis, yang awalnya ada 13. Menurut lembaran naskah di Maya, jika ke-13 tengkorak ini digabung, akan bisa diketahui asalmula peradaban, sebab peradaban hilang, dan cara membuat spaceship. Jika dilihat tengkorak ini memang sangat aneh, karena bagaimana cara manusia dulu membuat tengkorak dari kristal dengan detail dan sempurna, yang sedikit kesalahan saja dalam memotong dan mengukir maka kristal akan hancur.

Jatuhnya peradaban Maya juga cukup fenomenal. Satu hari di tahun 909 M, tanpa sebab jelas 80% bangsa kuno Maya tiba-tiba saja menghilang. Mereka meninggalkan begitu saja kuil yang belum selesai dibangun, sejumlah aula, dan bangunan raksasa, dan pindah ke bintang lain melalui stargate yang dibuka oleh alien. Sisanya yang tak ikut menjadi bodoh dan tak bermoral sampai sekarang. “Satu hari mereka berjalan ke tengah hutan dan menghilang begitu saja” – Quetza Sha, salah satu dukun Maya. Mungkin saja mereka pergi sesudah meramal akan kedatangan Bangsa Spanyol.
Lainlagi menurut K’iche ‘Alejandro cirilo Pereze Oslaj, “sesudah dibawa alien, mereka pertamakali datang ke Atlantis. Tahun 2012, mereka akan kembali”. Konon mereka akan datang sebagai pilot-pilot UFO dan membimbing kembali rakyat Saiya di bumi untuk mengembalikan DNA Saiya mereka yang hilang dan mendirikan kembali peradaban Atlantis.

Dibalik peringatan Bangsa Maya itu, mari kita lihat tanggapan para ilmuwan sendiri:

a. Pemanasan global.
Laporan iklim dari NASA memperkirakan pada akhir musim panas 2012, seluruh es kutub mencair. Akibat yang lebih besar dari tenggelamnya beberapa pula adalah terlepasnya methane hydrates yang selama ini tersimpan di es. Antartika menyimpan 400 milyar ton metana beku. Jika Antartika kehilangan seluruh esnya, maka 400 milyar ton metana terlepas kembali ke atmosphere, yang mengakibatkan pemanasan global yang terlalu parah sama dengan kiamat.

b. Mentari sejajar dengan Alcyon.
Menurut Haido Itakawa, Scientist Jepang, cuma 1 kemungkinan yang terjadi saat planet-planet mentari berdiri sejajar di belakang mentari, bencana besar yang memusnahkan kehidupan bumi. Tapi sisi baiknya adalah, menurut Ratu Adil Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu, saat 9 planet berdiri sejajar akan muncul nabi baru, yaitu dirinya sendiri.

c. Puncak badai mentari.
Dulu badai mentari cuma bisa mematikan listrik, tapi sekarang tak lagi. “yang berikutnya akan sampai 30%-50% lebih kuat” – Mausumi Dikpati, scientist dari Colorado.

d. Pembalikan kutub magnet bumi.
Akhir-akhir ini bumi sudah kekurangan 60% magnetnya. Saat menjadi 0% disitulah oembalikan kutubnya. Parahnya, asumsi masyarakat adalah pembalikan ini berjalan sangat lambat, yaitu setiap 5000-250000 tahun sekali. Tapi catatan vulkanik menunjukkan pembalikan bisa terjadi 6 derajat perhari alias terjadi dalam 30 hari saja. Bahkan bisa lebih cepat lagi, karena pernah ditemukan fosil seekor mammoth yang mati dalam es dalam keadaan masih mengunyah makanan. Sejumlah scientist Hyderabad, India sepakat pembalikan kutub bumi dan mentari terjadi di 2012.

e. Bumi memasuki awan Oort.
Saat ini tatasurya kita sedang melintasi awan Oort, medan magnet tinggi yang mengandung 100 milyar komet. Setiap guncangan pada tatasurya akan memicu munculnya komet pembunuh. Munculnya komet-komet ini sama seperti sperma yang hendak menembus sel telur. Sehingga demikian ada saat dimana satu komet bisa merobek membran planet dan menjadi bagian dari kisah rakyat.

f. Yellowstone supervolcano.
Keunikan yellowstone dibandingkan vulcan yang lain adalah, jika meledak ia tak vulcan lain yang seperti balon air yang airnya merembes saat ditusuk jarum, ia seperti balon gas yang akan meledak. Rangsangan Yellowstone bukan dari inticair bumi tapi dari panas uranium dan unsur radioaktif lain di sekitar area itu, sehingga berpotensi membenamkan bumi dalam “musim dingin gunung api”. Sedang letusannya akan menghancurkan seluruh Amerika.

g. Nibiru.
Pada kedatangan dulu Nibiru sudah menghancurkan planet Tiamat, dan kepingannya menjadi bulan. Pada kedatangan kali ini, arah rotasi bumi akan berbalik arah. Inti bumi akan berhenti bergerak untuk sejajar dengan Nibiru. Ini menimbulkan gempa di atas 10 SR, dan Ratu Adil sendiri secara pribadi meramalkan ini adalah PASTI. Selain itu gerakan ini juga mengakibatkan inti bumi memanas dan menimbulkan rentetan gempa lainnya sesudah yang satu tadi. Inilah yang paling banyak menamatkan manusia.

3 Hari sesudah pembalikan kutub di 2012 seluruh satelit rusak, seluruh alat listrik rusak, peradaban yang tergantung pada komputer hilang dalam beberapa jam. Semua gedung hancur. Eropa dan Amerika menjadi benua es. Pangan menipis. Persediaan energy habis. Semua kendaraan rusak. Radiasi kimia akibat hancurnya pabrik-pabrik. Listrik tak bisa digunakan. Pesawat-pesawat jatuh sebelum pembalikan kutub.

Dunia sesudah 2012:
1. Ada daratan antara Inggris utara dan Prancis utara.
2. Ada daratan antara Alaska dan Siberia.
3. Malta dan Sisilia menyatu.
4. Corsica dan Sardinia menjadi daratan luas.
5. Australia dan New Guinea menyatu menjadi satu benua besar.
6. Jepang menjadi satu daratan besar.
7. Maldives akan meluas dua kali lipat.
8. Srilanka menyatu dengan India.
9. Pantai India dan Cina menjadi daratan.
10. Malaysia, Kalimantan, Sumatera menyatu.
11. Vietnam, Thailand, Kamboja menyatu.
12. Brazil dan Argentina meluas.
13. Benua Atlantis muncul lagi dari bekas kutub selatan.

Tulisan terkait:
2012, “2012″
2012 dan Kelahiran Kembali Supersaiya

Codex Tro-CortesianusCodex Tro-Cortesianus bangsa Maya ini melukiskan seekor kura-kura sedang diputar para penjaga. Inilah metafora tentang peristiwa menakjubkan yang melanda bumi selama pembalikan kutub. Saat bumi membalikkan arah putar, laut akan diaduk.

Ditulis dalam 2012 | 16 Komentar »

Vuta, Mindmap Replacement

Ditulis oleh suprememaster di/pada November 22, 2009

Ditulis dalam 2012, Dhamma Ways, Saiya | 5 Komentar »

Anger Management

Ditulis oleh suprememaster di/pada November 21, 2009

Dalam buddhism, tak ada istilah “anger management”, karena tak ada istilah “mengelola kemarahan” ataupun “menggunakan kemarahan”. Tapi karena banyak motivator sudah menyesatkan orang baik melalui film ataupun buku, maka Saya ajarkan Anger Management yang sebenarnya:

1. Perkuat diri dengan bodybuilding.
Tubuh yang kekar membantu meningkatkan penampilan sehingga disegani orang.

2. Perkuat diri dengan olah religius.
Olah religius berlanjut pada magick.

3. Mempelajari Sistema, Kungfu, dan Kuntao.
Ilmu beladiri membuat Anda tak perlu merendah.

4. Jika ada orang salah, hukum.
Daripada stress, kesal, marah, lebih baik langsung hukum tanpa amarah.

5. Jika ada pengacau, lawan.
Semakin sering sesorang menanggapi pengacau dengan melawan maka bawahsadarnya semakin kuat untuk menangani tantangan-tantangan selanjutnya.

6. Bekerja sebagai bodyguard atau polisi.
Jika sudah kuat lebih baik bekerja begini agar energy tersalurkan pada lawan yang tepat. Bukan lawan yang tak setara atau lemah.

7. Meditasi untuk memperkuat pikiran, sehingga aura menjadi kuat.
Aura kuat membuat insting lebih kuat sehingga gerak refleks lebih kuat.

8. Utamakan magnetism daripada hipnotism.
Hipnotism cuma untuk orang lemah. Magnetism adalah ilmu kekuatan pikiran sebenarnya.
Dari magnetnya kita bisa tahu sekuat apa orang itu.

9. Utamakan tindakan langsung daripada aji wibawa.
Lebih baik tak berwibawa tapi kuat daripada lemah tapi berwibawa.
Tapi selalu ingat bahwa kemenangan dimulai dari keamanan. Jadi, jika selama ini Anda tak diganggu tak perlu mencari kerusuhan cuma karena Anda bisa beladiri.

Ditulis dalam Dhamma Ways | 4 Komentar »

Why is Spiritulalism a Total Fuckup

Ditulis oleh suprememaster di/pada September 30, 2009

cewek_bugil

Ratu Adil menyambut baik semua ide atau gagasan untuk mengambil rasa dari agama dan membahasnya secara utuh, dengan syarat tak melibatkan:
1. Penipuan.
2. Pembodohan.
3. Pengaburan baik buruk, benar salah.

Jika spiritulalism bisa dijalankan tanpa 3 hal di atas, maka kita sambut baik kehadirannya di bumi Va.
Link terkait:
1. Why We Left Islam.
2. Why We Don’t Believe in Atheism.
3. Why Does Theism Look Silly.
4. Why Pantheism is Wrong.
5. Why Does Humanism Smell Fishy.
6. Why Does Wholeness Seem Stupid.

Ditulis dalam Aliran Sesat, Pembodohan | 13 Komentar »

10 Bahaya Atheism

Ditulis oleh suprememaster di/pada September 18, 2009

Perfect

1. Otak mereka tak lengkap.
Mereka tak berani memasukkan perintah dalam kalimat negatif ke dalam otak mereka, seperti “jangan mencuri”. akibat tak beragama, mereka tak punya alasan kenapa tak boleh mencuri, sehingga saat yang terdengar cuma suara” mencuri” tak diikuti suara alasan tak mencuri.

2. Rentan berbuat jahat.
Karena tak beragama atheist mudah membunuh. Misalnya, mengawetkan anak hewan peliharaannya yang berbulu bagus.

3. Suka menipu, menghasut, membodohi.
Karena pikiran ucapan perbuatan bukan atas dasar cinta dan kebenaran, melainkan atas dasar logika untung-rugi, maka sangat suka menipu, menghasut, dan membodohi demi membentuk dunia yang mereka idamkan.

4. Tak bisa membangun.
Karena suka berdiam pada titik atheism, maka otak mereka tak berkembang, karena itu semua atheist tak bisa membangun apapun. Semua negara dibangun oleh orang Kristen, Islam, dsb.

5. Tak bisa mengajar orang.
Tak ada atheist yang bisa mengajar orang. Umumnya mereka cuma menyampaikan ulang ajaran orang lain. Jika pun mencoba mengajar, ajarannya kekanak-kanakan, misalnya:
- Tak mau ketabrak, jalanlah di sebelah kiri.
- Mau Indonesia maju? Kasih gaji harian.
- Pikiran tak jalan, terlalu banyak air di cangkir, tuang dulu sebagian.
- Dsb.

7. Mental tak berkembang.
Perpustakaan pikirannya sangat terbatas. Cuma suka buku-buku science dan motivasi. Mereka memang merasa sudah membaca buku agama, tapi karena bawahsadarnya tak suka maka meski membaca tapi ilmunya tak bisa masuk, karena ilmu cuma bisa masuk jika ada penerimaan.

8. Semua berwatak opportunist.
Suka berbisnis online, suka berbisnis. Karena itu umumnya atheist adalah orang kaya dan senang. Dan menghalalkan segala cara dalam pergaulan sehari-hari. Kurang suka memberi. Semua dermawan besar umumnya orang kristen, islam, dsb.

9. Suka mengarahkan orang ke ide-idenya yang salah.
Jika menulis atau berkisah maka ceramahnya sangat sempit, yaitu cuma sebatas ruang pemikirannya saja, dan sejak awal menulis cuma untuk mengarahkan orang agar menjadi lebih baik sebagai atheist.

10. Keturunannya jahat.
Jika punya anak sudah pasti jahat, karena yang dikirim ke rahim istri atheist adalah orang-orang yang dikelahiran terdahulu adalah perampok, pecundang, dan pemerkosa yang mereka semua masih senang dengan kejahatannya.

Siddhatta Gautama sesudah menjadi Buddha bukanlah orang atheist, melainkan seseorang yang bukan atheist bukan pula theist, sesuai dengan tingkat pemahamannya yang tertinggi sewaktu di dunia, yaitu Jhana 8 (sebagai agnoticist, sewaktu belum Buddha). Dan Jhana 9 (Sudah Buddha, sebagai realist) sewaktu sedang tak di dunia.

Ditulis dalam Aliran Sesat, Kejahatan | 14 Komentar »

Why Pantheism is Wrong?

Ditulis oleh suprememaster di/pada Januari 13, 2008

Dari seorang pantheist:

“Kita hidup dalam alam yang sangat luas dan besar, bumi tempat kita hidup merupakan bagian sistem tata surya; mentari sebagai pusat tata surya tempat bumi berada merupakan bagian dari gugus bintang/galaksi bimasakti (dalam satu sistem galaksi bisa terdapat triliunan bintang, belum lagi planet-planet yang ada di dalamnya); gugus bintang tempat tata surya kita berada merupakan bagian dari kumpulan gugus bintang lokal (begitu kata ahli astronomi), dan para ahli astronomi menyatakan bahwa ada milyaran galaksi di luar sana, hal ini jika dilihat manusia yang membesarkan pandangannya.

Dalam arah sebaliknya, kita, manusia terdiri dari sistem organ, sistem organ terdiri dari organ-organ, organ-organ terdiri dari sistem jaringan, sistem jaringan terdiri dari jaringan-jaringan, begitu seterusnya sampai pada tingkat sel hingga atom, dalam atom pun masih ada partikel-partikel sub atomik, dan ternyata (menurut para ahli fisika kuantum, spt Werner Heisenberg) pertikel-partikel sub atomik spt elektron itu tidak dapat dikatakan sebagai ‘partikel’ dalam arti sebuah entitas benda melainkan interaksi energi.

Membesarkan pandangan, manusia dihadapkan pada kenyataan bahwa tubuhnya sangat sangat kecil dibandingkan dengan kebesaran Semesta yang kita semua tidak tahu sampai dimana ‘batas’ kebesaranNya; Dan mengecilkan pandangan, manusia dihadapkan pada kenyataan bahwa dirinya merupakan kumpulan interaksi pola-pola energi bukan materi, yang kita juga tidak tahu dimana ‘batas’ kedalamanNya.

Lebih dari itu kita merupakan bagian (ada di dalam) alam sehingga segala kemampuan (melihat, mendengat, merasa, berpikir dll) yang ada pada diri kita merupakan penyesuaian bagi adanya diri tersebut, melihat misalnya, warna warni yg kita lihat adalah representasi dari gelombang elektromagnetik dg panjang gelombang/ frekuensi ‘cahaya tampak’ yang dipantulkan dari benda yg kita lihat. Ya mata hanya mampu melihat gelombang elektromagnetik dalam jangkauan panjang gelombang ‘cahaya tampak’.

Manusia ’seolah-olah’ tak berarti jika dihadapkan dengan kebesaran dan kedalaman alam yang tak terbatas walopun tidak kita ketahui sampai dimana ‘batas’ kebesaran dan kedalamanNya karena keterbatasan yg kita miliki dan keterbatasan itu disebabkan kita berada didalam dan menjadi bagian dari alam.

Alam sebagai yang absolut atau yang mutlak hanya dapat dipahami dalam Keseluruhan; Sebagai keseluruhan alam tak tergantung pada apapun kecuali pada ia sendiri (karena apapun ada di dalamNya), yang mandiri dari segala hubungan, kondisi dan sudut pandang (karena segala hubungan kondisi dan sudut pandang ada didalamNya). Sesuatu yg ‘tak terbatas’ dan mutlak tidak memiliki awal dan akhir. Keadaan tanpa awal dan tanpa akhir inilah abadi.

Apakah Tuhan ada? Tuhan disini adalah Tuhan yg maha segala2 sekaligus Tuhan yg maha pencipta dan pengatur, Tuhan yg peduli perbuatan manusia, Tuhan yg memberi perintah dan larangan; ya…Tuhan yang itu. Kita biarkan saja pertanyaan itu tak terjawab, karena tau tak mampu menjawabnya. Kemudian melihat Alam dan diri kita apa adanya, bahwa saya ada disini dan kini, yang terjadi ya terjadilah sebagai keniscayaan keberadaan kita dalam alam. Tak perlu lagi doa dan ritual karena segala aktivitas hidup yang saya lakukan termaknai sebagai kepasrahan atas keberadaan saya dalam Alam, kepasrahan bukan berarti lemah-menyerah melainkan kepatuhan dan tanggung jawab terhadap diri dan Alam.

Bagi manusia yg tercerahkan…yg kesadarannya merangkul Semesta
Baginya Semesta menjadi ‘tubuh’nya
Sementara tubuh fisiknya menjadi perwujudan Akal Semesta
-Lama Govinda-

______________________________________________

Tanggapan Ratu Adil:

Anda sudah meditasi belum? Jika Anda berniat untuk mengecil sampai sekecil-kecilnya maka Anda akan melihat Anda sendiri. Itulah kenapa pantheism itu salah.
Alam bukan Tuhan. Alam adalah kesadaran. Dan kesadaran adalah karma. Kesadaran pun harus dihancurkan demi mencapai Kebuddhaan. Karena itu cuma alat.

Tuhan memang maha Tahu, tapi kita tak dengan sembarangan membuat istilah seperti “kesadaran ketuhanan”, karena kita tak tahu apa benar istilah itu betul-betul ada.

Jika Anda membesar, Anda akan melihat Anda. Jika mengecil, Anda juga melihat Anda. Siapa Anda? Tak lain adalah Brahman = Alam = Pikiran = Anda = Keberadaan (Di dalamnya sudah termasuk Allah dsb).

Jadi, tak ada istilah ‘makrokosmos-mikrosmos’. Terserah siapapun yang jadi mikro.

Kenapa pantheism itu salah? Karena sungguh kecil sekali nilai seseorang yang cuma percaya pada kekuasaan alam saja. Sedang pencipta alam adalah kesadarannya sendiri. Masa ciptaan sendiri disembah.

Alam punya akal? Haha.. Tak punya. Cuma kesadaran. Akal artinya rencana. Alam tak punya rencana, cuma punya DNA.

“Bagi manusia yg tercerahkan…yg kesadarannya mengenal Tuhan, baginya kesadaran menjadikan alam dan isinya. Sementara fisiknya cuma pikiran semata.” – Ratu Adil

Ditulis dalam Aliran Sesat | 6 Komentar »

Jawaban Untuk Para Atheist

Ditulis oleh suprememaster di/pada Januari 12, 2008

1. Tuhan tak mampu menciptakan benda yang sangat berat yang tak mampu diangkatNya.
Jawaban:
Jika Tuhan menciptakan benda yang yang tak mampu diangkatNya berarti Ia Tak Maha Kuasa. Karena Maha Kuasalah maka semua benda-benda berat ciptaanNya bisa diangkat.

2. Tuhan tak mampu menciptakan mahluk yang baik sehingga tak perlu menciptakan neraka.
Jawaban:
Jika makhluk itu sudah sempurna maka tak perlu ada makhluk, cukup Tuhan saja.
Adanya makhluk berarti ada pertimbangan, ada yin yang, ada surga neraka.
Pandangan muslim yang berkata “Tuhan sudah beri kita pilihan, tergantung kita pilih mana, surga atau neraka” adalah salah.
Pandangan Vama adalah: Tuhan mengajak kita merasakan semuanya. Di dunia ini, tak ada makhluk yang belum pernah mencicipi neraka, termasuk para Buddha sekalipun. Semua makhluk harus melewati neraka dulu, baru ia bisa berpikir cara menuju surga. Siapa di antara kita yang belum pernah menderita? Semuanya pernah. Itu bukti bahwa kita semua sudah pernah masuk neraka. Tak ada makhluk yang tercipta lalu langsung mulus ke surga ataupun Nirvana. Karena itulah ada makhluk, yaitu sebagai gambaran kekuasaan Tuhan.
Sesudah makhluk menjadi dewa atau menjadi Buddha, makhluk itu bisa menghapus semua rekaman-rekaman yang menyusahkan di masalalunya dengan Ilmu Pemindah Waktu atau dengan mesin waktu, disitulah baru ia menyadari perbedaan makhluk dan Tuhan, dimana ia bisa berkehendak karena kehendak Tuhan. Dan segala perubahan-perubahan dalam hidupnya diatur oleh Yang Maha Kuasa.

Ditulis dalam Aliran Sesat | 1 Komentar »

Humanism, Pepesan Kosong Kaum Atheist

Ditulis oleh suprememaster di/pada Oktober 9, 2007

”Humanisme” dipandang sebagai sebuah gagasan positif oleh kebanyakan orang. Humanisme mengingatkan kita akan gagasan-gagasan seperti kecintaan akan peri kemanusiaan, perdamaian, dan persaudaraan. Tetapi, makna filosofis dari humanisme jauh lebih signifikan: humanisme adalah cara berpikir bahwa mengemukakan konsep peri kemanusiaan sebagai fokus dan satu-satunya tujuan. Dengan kata lain, humanisme mengajak manusia berpaling dari Tuhan yang menciptakan mereka, dan hanya mementingkan keberadaan dan identitas mereka sendiri. Kamus umum mendefinisikan humanisme sebagai “sebuah sistem pemikiran yang berdasarkan pada berbagai nilai, karakteristik, dan tindak tanduk yang dipercaya terbaik bagi manusia, bukannya pada otoritas supernatural mana pun”.


Dewasa ini, humanisme telah menjadi nama lain bagi ateisme. Salah satu contohnya adalah antusiasme terhadap Darwin yang khas pada majalah Amerika, The Humanist.

Namun, definisi paling jelas tentang humanisme dikemukakan oleh pendukungnya. Salah seorang juru bicara humanisme paling terkemuka di masa kini adalah Corliss Lamont. Dalam bukunya, Philosophy of Humanism, ia menulis:

(Singkatnya) humanisme meyakini bahwa alam… merupakan jumlah total dari realitas, bahwa materi-energi dan bukan pikiran yang merupakan bahan pembentuk alam semesta, dan bahwa entitas supernatural sama sekali tidak ada. Ketidaknyataan supernatural ini pada tingkat manusia berarti bahwa manusia tidak memiliki jiwa supernatural dan abadi; dan pada tingkat alam semesta sebagai keseluruhan, bahwa kosmos kita tidak memiliki Tuhan yang supernatural dan abadi.

Sebagaimana dapat kita lihat, humanisme nyaris identik dengan ateisme, dan fakta ini dengan bebas diakui oleh kaum humanis. Terdapat dua manifesto penting yang diterbitkan oleh kaum humanis di abad yang lalu. Yang pertama dipublikasikan tahun 1933, dan ditandatangani oleh sebagian orang penting masa itu. Empat puluh tahun kemudian, di tahun 1973, manifesto humanis kedua dipublikasikan, menegaskan yang pertama, tetapi berisi beberapa tambahan yang berhubungan dengan berbagai perkembangan yang terjadi dalam pada itu. Ribuan pemikir, ilmuwan, penulis, dan praktisi media menandatangani manifesto kedua, yang didukung oleh Asosiasi Humanis Amerika yang masih sangat aktif.

Jika kita pelajari manifesto-manifesto itu, kita menemukan satu pondasi dasar pada masing-masingnya: dogma ateis bahwa alam semesta dan manusia tidak diciptakan tetapi ada secara bebas, bahwa manusia tidak bertanggung jawab kepada otoritas lain apa pun selain dirinya, dan bahwa kepercayaan kepada Tuhan menghambat perkembangan pribadi dan masyarakat. Misalnya, enam pasal pertama dari Manifesto Humanis adalah sebagai berikut:

Pertama: Humanis religius memandang alam semesta ada dengan sendirinya dan tidak diciptakan.

Kedua: Humanisme percaya bahwa manusia adalah bagian dari alam dan bahwa dia muncul sebagai hasil dari proses yang berkelanjutan.

Ketiga: Dengan memegang pandangan hidup organik, humanis menemukan bahwa dualisme tradisional tentang pikiran dan jasad harus ditolak.

Keempat: Humanisme mengakui bahwa budaya religius dan peradaban manusia, sebagaimana digambarkan dengan jelas oleh antropologi dan sejarah, merupakan produk dari suatu perkembangan bertahap karena interaksinya dengan lingkungan alam dan warisan sosialnya. Individu yang lahir di dalam suatu budaya tertentu sebagian besar dibentuk oleh budaya tersebut.

Kelima: Humanisme menyatakan bahwa sifat alam semesta digambarkan oleh sains modern membuat jaminan supernatural atau kosmik apa pun bagi nilai-nilai manusia tidak dapat diterima…

Keenam: Kita yakin bahwa waktu telah berlalu bagi teisme, deisme, modernisme, dan beberapa macam “pemikiran baru”.

Pada pasal-pasal di atas, kita melihat ekspresi dari sebuah filsafat umum yang mewujudkan dirinya di bawah nama materialisme, Darwinisme, ateisme, dan agnotisisme. Pada pasal pertama, dogma materialis tentang keberadaan abadi alam semesta dikemukakan. Pasal kedua menyatakan, sebagaimana dinyatakan teori evolusi, bahwa manusia tidak diciptakan. Pasal ketiga menyangkal keberadaan jiwa manusia dengan mengklaim bahwa manusia terbentuk dari materi. Pasal keempat mengajukan sebuah “evolusi budaya” dan menyangkal keberadaan sifat manusia yang sudah ditakdirkan oleh Tuhan (sifat istimewa manusia yang diberikan pada penciptaan). Pasal kelima menolak kekuasaan Tuhan atas alam semesta dan manusia, dan yang keenam menyatakan bahwa telah tiba waktunya untuk menolak “teisme”, yakni kepercayaan pada Tuhan.

Akan teramati bahwa klaim-klaim ini adalah gagasan stereotip, khas dari kalangan yang memusuhi agama sejati. Alasannya adalah bahwa humanisme adalah pondasi utama dari perasaan antiagama. Ini karena humanisme adalah ekspresi dari “manusia merasa bahwa dia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)”, yang merupakan dasar utama bagi pengingkaran terhadap Tuhan, sepanjang sejarah. Dalam salah satu ayat Al Quran, Allah berfirman:

Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)?

Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim),

kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya, dan menyempurnakannya,

lalu Allah menjadikan daripadanya sepasang: laki-laki dan perempuan.

Bukankah (Allah) yang berbuat demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati?

(QS. Al Qiyaamah, 75: 36-40)

Allah berfirman bahwa manusia tidak akan “dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)”, dan segera mengingatkan bahwa mereka adalah ciptaan-Nya. Sebab, begitu menyadari bahwa dirinya adalah ciptaan Allah, seseorang akan memahami bahwa dia bukannya “tanpa pertanggungjawaban”, tetapi bertanggung jawab kepada Allah.

Karena inilah, klaim bahwa manusia tidak diciptakan telah menjadi doktrin dasar filsafat humanis. Dua pasal pertama dari Manifesto Humanis pertama mengungkapkan doktrin ini. Lebih jauh lagi, kaum humanis berpendapat bahwa sains mendukung klaim ini.

Namun, mereka keliru. Sejak Manifesto Humanis pertama dipublikasikan, kedua premis yang dikemukakan kaum humanis sebagai fakta ilmiah tentang gagasan bahwa alam semesta abadi dan teori evolusi, telah runtuh:

1. Gagasan bahwa alam semesta adalah abadi digugurkan oleh serangkaian penemuan astronomis yang dilakukan ketika Manifesto Humanis pertama tengah ditulis. Penemuan seperti fakta bahwa alam semesta tengah berkembang, dari radiasi latar kosmis dan kalkulasi rasio hidrogen atas helium, telah menunjukkan bahwa alam semesta memiliki permulaan, dan muncul dari ketiadaan sekitar 15-17 miliar tahun yang lalu dalam sebuah ledakan yang dinamai “Dentuman Besar”. Walaupun mereka yang mendukung filsafat humanis dan materialis tidak rela menerima teori Dentuman Besar, mereka akhirnya dikalahkan. Sebagai hasil dari bukti ilmiah yang telah diketahui, komunitas ilmiah akhirnya menerima teori Dentuman Besar, yakni bahwa alam semesta memiliki permulaan, dan karenanya kaum humanisme tidak dapat membantah lagi. Demikianlah pemikir ateis Anthony Flew terpaksa mengakui:

… karenanya saya mulai mengakui bahwa ateis Stratonisian telah dipermalukan oleh konsensus kosmologis kontemporer. Karena tampaknya para ahli kosmologi memberikan bukti ilmiah tentang apa yang oleh menurut St. Thomas tak dapat dibuktikan secara filosofis; yakni bahwa alam semesta memiliki permulaan….

2. Teori evolusi, pembenaran ilmiah terpenting di balik Manifesto Humanis pertama, mulai kehilangan pijakan satu dekade setelah Manifesto itu ditulis. Saat ini diketahui bahwa skenario yang dikemukakan sebagai asal usul kehidupan oleh kaum evolusionis ateis (dan tak diragukan, humanis), seperti oleh A.I. Oparin dan J.B.S. Haldane pada tahun 1930, tidak memiliki keabsahan ilmiah; makhluk hidup tidak dapat diturunkan secara spontan dari materi tak-hidup sebagaimana diajukan oleh skenario ini. Catatan fosil menunjukkan bahwa makhluk hidup tidak berkembang melalui sebuah proses perubahan kecil yang kumulatif, tetapi muncul secara tiba-tiba dengan berbagai karakteristik yang berbeda, dan fakta ini telah diterima oleh para ahli paleontologi evolusionis sendiri sejak 1970-an. Biologi modern telah menunjukkan bahwa makhluk hidup bukanlah hasil dari kebetulan dan hukum alam, tetapi bahwa pada setiap sistem kompleks dari organisme yang menunjukkan sebuah perancangan cerdas terdapat bukti bagi penciptaan. (Untuk lebih detail baca Harun Yahya, Darwinisme Terbantahkan: Bagaimana Teori Evolusi Runtuh di Hadapan Ilmu Pengetahuan Modern)

Lebih-lebih lagi, klaim keliru bahwa keyakinan religius merupakan faktor yang menghambat manusia dari perkembangan dan membawanya kepada konflik telah digugurkan oleh pengalaman sejarah. Kaum humanis telah mengklaim bahwa penyingkiran kepercayaan religius akan membuat manusia bahagia dan tenteram, namun, yang terbukti justru sebaliknya. Enam tahun setelah Manifesto Humanis dipublikasikan, Perang Dunia II meletus, sebuah catatan malapetaka yang dibawa ke dunia oleh ideologi fasis yang sekuler. Ideologi humanis lainnya, komunisme, mendatangkan kekejaman yang tak terperi, pertama terhadap bangsa Uni Soviet, kemudian Cina, Kamboja, Vietnam, Korea Utara, Kuba, dan berbagai negara Afrika dan Amerika Latin. Sebanyak 120 juta manusia terbunuh oleh rezim atau organisasi komunis. Juga telah jelas bahwa merek humanisme Barat (sistem kapitalis) tidak berhasil membawa kedamaian dan kebahagiaan kepada masyarakat mereka sendiri ataupun kepada wilayah-wilayah lain di dunia.

Keruntuhan argumen humanisme tentang agama juga telah tampak pada lapangan psikologi. Mitos Freudian, sebuah batu pijakan dari dogma ateis semenjak awal abad kedua puluh, telah digugurkan oleh data empiris. Patrick Glynn, dari Universitas George Washington, menerangkan fakta ini di dalam bukunya yang berjudul God: The Evidence, The Reconciliation of Faith and Reason in a Postsecular World:

Seperempat abad terakhir dari abad kedua puluh tidaklah ramah terhadap pandangan psikoanalitik. Yang paling signifikan adalah ditemukannya bahwa pandangan Freud tentang agama (belum lagi sekumpulan besar masalah lain) adalah benar-benar keliru. Yang cukup ironis, riset ilmiah dalam psikologi selama dua puluh lima tahun terakhir telah menunjukkan bahwa, jauh dari sebagai penyakit saraf atau sumber dari neuroses sebagaimana dinyatakan Freud dan murid-muridnya, keyakinan agama adalah salah satu kolerasi yang paling konsisten dari kesehatan mental dan kebahagiaan yang menyeluruh. Kajian demi kajian telah menunjukkan hubungan kuat antara keyakinan dan praktik agama di satu sisi, dan tingkah laku yang sehat sehubungan dengan masalah-masalah seperti bunuh diri, penyalahgunaan alkohol dan obat terlarang, perceraian, depresi, bahkan mungkin mengejutkan, tingkat kepuasan seksual di dalam perkawinan, di sisi lain.

Singkatnya, apa yang dianggap sebagai pembenaran ilmiah di balik humanisme telah terbukti tidak sahih dan janji-janjinya gagal. Namun demikian, kaum humanis tidak meninggalkan filsafat mereka, tetapi malahan mencoba untuk menyebarkannya ke seluruh penjuru dunia melalui metode propaganda massa. Khususnya pada periode pascaperang terjadilah propaganda humanis yang intens di lapangan sains, filsafat, musik, kesusasteraan, seni, dan film. Pesan menarik namun kosong yang diciptakan oleh para ideolog humanis telah disampaikan kepada massa secara bertubi-tubi. Lagu “Imagine” karya John Lennon, penyanyi solo dari grup musik paling terkenal sepanjang masa, the Beatles, adalah contohnya:


John Lennon, dengan liriknya, “Bayangkan tiada agama,” merupakan salah satu propagandis terdepan dari filsafat humanis di abad ke dua puluh.
Bayangkan tiada surga

 

Mudah jika kau coba

Tiada neraka di bawah kita

Di atas kita hanya angkasa

Bayangkan semua manusia

Hidup untuk hari ini saja…

Bayangkan tiada negara

Tak sukar untuk dilakukan

Tak perlu membunuh atau terbunuh

Dan juga tiada agama…

Mungkin kau sebut aku pemimpi

Tetapi aku bukan satu-satunya

Kuharap suatu hari kau bergabung dengan kami

Dan dunia akan menjadi satu

Lagu ini terpilih sebagai “lagu abad ini” dalam beberapa jajak pendapat yang diselenggarakan di tahun 1999. Ini merupakan indikasi paling tepat tentang perasaan sentimental yang digunakan untuk menyampaikan humanisme kepada massa, karena kurangnya landasan ilmiah atau rasional humanisme. Humanisme tidak dapat menghasilkan keberatan rasional terhadap agama ataupun kebenaran yang diajarkannya, tetapi berusaha menggunakan metode sugestif semacam ini.

Ketika janji-janji Manifesto Humanis I di tahun 1933 terbukti gagal, empat puluh tahun kemudian para humanis mengajukan konsep kedua. Pada awal teks ini ada upaya untuk menjelaskan mengapa janji-janji pertama tidak membuahkan hasil. Walaupun ada fakta bahwa penjelasan ini sangat lemah, ini menunjukkan keterikatan abadi humanisme terhadap filsafat ateis mereka.

Karakteristik paling jelas dari manifesto tersebut adalah mempertahankan garis antiagama pada manifesto tahun 1933:

Sebagaimana di tahun 1933, kaum humanis tetap memercayai bahwa teisme tradisional adalah keimanan yang tak terbukti dan sudah ketinggalan zaman, khususnya keimanan akan Tuhan yang mendengarkan doa, yang dianggap hidup dan memerhatikan manusia, mendengar dan memahami, serta sanggup mengabulkan doa-doa mereka…. Kami percaya… bahwa agama-agama otoriter atau dogmatik yang tradisional, yang menempatkan wahyu, Tuhan, ritus, atau kredo di atas kebutuhan dan pengalaman manusia merugikan spesies manusia…. Sebagai orang yang tidak bertuhan, kami mengawali dengan manusia bukannya Tuhan, alam bukannya ketuhanan.

Ini adalah penjelasan yang sangat dangkal. Untuk memahami agama, pertama seseorang membutuhkan kecerdasan dan pemahaman agar mampu menangkap gagasan-gagasan yang dalam. Ia mesti didekati dengan tulus dan tanpa prasangka. Alih-alih, humanisme tidak lebih dari upaya dari sekumpulan orang, yang sejak awal adalah ateis dan antiagama yang bernafsu, untuk menggambarkan prasangka ini masuk akal.


Bertolak belakang dari janji-janji filsafat humanis, ateisme hanya membawa perang, konflik, kekejaman, dan penderitaan bagi dunia.

Namun, upaya kaum humanis untuk menggambarkan keimanan kepada Tuhan dan agama-agama Monoteistik sebagai kredo yang tidak berdasar dan ketinggalan zaman sebenarnya bukan hal baru; hanya memperbarui sebuah klaim berusia ribuan tahun dari mereka yang mengingkari Tuhan. Di dalam Al Quran, Allah menjelaskan argumen seumur dunia yang dikemukakan oleh orang-orang kafir:

Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Maka orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka mengingkari (keesaan Allah), sedangkan mereka sendiri adalah orang-orang yang sombong.

Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.

Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Apakah yang telah diturunkan Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Dongeng-dongengan orang-orang dahulu. (QS. An-Nahl, 16: 22-24)

Ayat ini mengungkapkan bahwa penyebab sebenarnya dari penolakan orang-orang kafir terhadap agama adalah kesombongan yang tersembunyi di dalam hati mereka. Filsafat yang disebut humanisme adalah tampak lahiriah belaka dari pengingkaran akan Tuhan di zaman ini. Dengan kata lain, humanisme bukanlah cara berpikir yang baru, sebagaimana mereka yang mendukung klaimnya; ia sudah seumur dunia ini, pandangan dunia yang kuno yang umum pada mereka yang mengingkari Tuhan karena kesombongan.

Sumber: Harunyahya.com

Ditulis dalam Aliran Sesat, Opini, Penipuan | 3 Komentar »